Marc Marquez Tak Ingin Anaknya Ikuti Jejak di MotoGP
Pebalap asal Spanyol, Marc Marquez, menegaskan bahwa ia tidak berniat mewariskan legasi MotoGP kepada anaknya kelak. Marc Marquez lebih memilih apabila buah hatinya menekuni cabang olahraga lain apabila kelak menjadi atlet profesional. Bagi Marc Marquez, pengalaman hidup berdampingan dengan nama besar membuatnya memahami betul konsekuensi yang harus ditanggung seseorang ketika memiliki hubungan darah dengan figur terkenal di MotoGP. Bukan tanpa alasan Marc Marquez memiliki pandangan tersebut
Ia berkaca pada perjalanan karier sang adik, Alex Marquez, yang kerap kali masih dilekatkan dengan status sebagai adik Marc. Baca juga: Bukan Sang Adik, Murid Rossi Disebut Akan Saingi Marc Marquez di MotoGP 2026 Bezzecchi Berpotensi Jegal Marquez di Barcelona Artikel Kompas.id Meskipun Alex telah menyabet dua gelar juara dunia dan mencatatkan kemenangan di kelas MotoGP. Situasi itu membuat Marc memiliki gambaran tersendiri tentang tekanan yang mungkin akan dihadapi anaknya di masa depan. Dalam wawancara bersama La Sexta, pebalap berusia 32 tahun tersebut dengan tegas menolak gagasan agar anaknya mengikuti jejaknya sebagai pebalap. Baca juga: Air India Lupa 13 Tahun Parkir Pesawat di Bandara, Ditagih Ongkos Rp 1,8 M “Saya tidak menginginkannya karena saya hanya berpikir kasihan dia,” ucap pembalap berusia 32 tahun tersebut. “Saya tidak tahu bagaimana protektifnya saya nanti karena saya ingin benar-benar melindungi dia, tetapi legasi, nama belakang, tidak akan membantunya sama sekali.” Tak Ingin Anak Terus Dibandingkan Marc Marquez juga mengaku khawatir anaknya kelak akan terus dihubungkan dengan nama besarnya, sebagaimana yang kerap dialami Alex Marquez sepanjang kariernya. Baca juga: Marc Marquez Buka Kans Pecahkan Rekor-rekor Rossi di MotoGP 2026 “Orang-orang akan mengatakan bahwa dia adalah anaknya (Marquez),” imbuh sang Juara Dunia sembilan kali. “Mungkin dia akan memiliki beberapa keuntungan, finansial dalam hal ini, tetapi kalau mereka tidak kekurangan apapun, mereka tidak punya rasa haus yang sama.”