Anggota DPRD Surabaya Dukung Digitalisasi Parkir: Sudah Gak Umum Pakai Karcis Sobek
Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP, Baktiono, mendukung penuh penerapan digitalisasi parkir di Kota Surabaya. Sistem nontunai dinilai sebagai langkah tepat untuk transparansi, efisiensi, dan menutup celah kebocoran PAD. Baktiono menegaskan sistem parkir konvensional dengan karcis sobek sudah tidak relevan. “Wis (sudah) gak umum parkir pakai karcis sobek. Konvensional ini cara lama dan tidak mengikuti kebutuhan zaman. Wis (sudah) gak relevan, rek,” kata Baktiono, Minggu (1/2/2026).
Digitalisasi parkir menjadi keniscayaan untuk transparansi pembayaran, menutup celah kebocoran PAD, memudahkan pengguna dengan e-money dan QRIS serta memberikan data transaksi yang jelas bagi pemerintah.
“Saya meyakini bisa. Transformasi menuju digitalisasi parkir ini sebuah keniscayaan. Semua sistem pembayaran layanan publik saat ini sudah pakai nontunai,” tambah politisi senior PDIP ini.
Kesiapan Masyarakat Baktiono menilai kesiapan masyarakat Surabaya beralih ke sistem digital relatif tinggi, sebab mayoritas warga sudah memiliki telepon pintar, akses mobile banking semakin luas serta kebiasaan transaksi elektronik sudah terbentuk. “Mayoritas warga sudah pegang handphone dan terbiasa dengan mobile banking. Tinggal bagaimana sistem ini diintegrasikan dengan baik,” katanya. Keunggulan utama parkir digital adalah keterhubungan langsung dengan kas daerah atau Badan Pendapatan Daerah. Sehingga setiap transaksi tercatat otomatis dan kebocoran PAD dapat ditekan.
Digitalisasi parkir diharapkan tidak hanya menjadi proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi standar baru pengelolaan parkir di Surabaya, sejalan dengan visi kota cerdas.
“Harus ada pemahaman bersama bahwa transformasi menuju digitalisasi parkir adalah demi tujuan yang lebih besar. Paguyuban parkir harus terus kita rangkul dan diajak komunikasi,” pungkas Baktiono.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6